1. Tidak Mengelompokkan Bahan Kimia Berdasarkan Sifat dan Klasifikasi Bahaya
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah menyimpan berbagai jenis bahan kimia dalam satu area tanpa mempertimbangkan kompatibilitasnya.
Contohnya:
- Asam kuat disimpan berdampingan dengan basa kuat
- Oksidator ditempatkan dekat bahan mudah terbakar
- Bahan reaktif air disimpan di area lembap
Padahal, bahan kimia harus dikelompokkan berdasarkan klasifikasi bahaya seperti flammable, corrosive, oxidizer, toxic, dan reactive. Tanpa segregasi yang jelas, risiko reaksi berbahaya akibat kebocoran atau tumpahan akan meningkat drastis.
2. Mengabaikan Label dan Safety Data Sheet (SDS)
Label yang pudar, tidak terbaca, atau bahkan hilang merupakan kesalahan serius. Setiap wadah bahan kimia wajib memiliki label sesuai sistem GHS yang mencantumkan simbol bahaya, nama bahan, dan informasi risiko.
Selain itu, Safety Data Sheet atau SDS harus tersedia dan mudah diakses. SDS berisi informasi penting seperti cara penyimpanan, titik nyala, tindakan darurat jika terjadi tumpahan, serta alat pelindung diri yang diperlukan.
Tanpa label dan SDS yang jelas, penanganan darurat menjadi lebih sulit dan berisiko memperparah kondisi.
3. Menyimpan Bahan Kimia di Area dengan Ventilasi Buruk
Beberapa bahan kimia menghasilkan uap yang mudah terbakar atau beracun. Jika disimpan di ruangan tertutup tanpa ventilasi memadai, uap dapat terakumulasi dan menciptakan kondisi berbahaya.
Ventilasi yang buruk dapat menyebabkan gangguan pernapasan pekerja, risiko ledakan, serta penurunan kualitas udara di lingkungan kerja.
4. Menggunakan Wadah yang Tidak Sesuai
Tidak semua wadah cocok untuk semua jenis bahan kimia. Penggunaan drum logam untuk bahan sangat korosif atau memindahkan bahan ke wadah bekas tanpa memastikan kompatibilitas dapat memicu kebocoran dan kontaminasi.
Pemilihan kemasan harus mempertimbangkan sifat kimia bahan serta standar penyimpanan yang berlaku.
5. Tidak Mengontrol Suhu dan Kelembaban
Bahan kimia tertentu sangat sensitif terhadap suhu. Penyimpanan di area panas atau terkena sinar matahari langsung dapat meningkatkan tekanan dalam wadah dan mempercepat reaksi kimia.
Kontrol suhu dan kelembapan sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan bahan.
6. Tidak Memisahkan Area Penyimpanan dan Produksi
Area penyimpanan seharusnya memiliki pembatas fisik, akses terbatas, serta signage peringatan yang jelas. Menyimpan bahan kimia di dekat area produksi meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
7. Tidak Melakukan Inspeksi dan Audit Rutin
Kebocoran kecil atau tanda korosi sering kali diabaikan. Padahal, inspeksi berkala membantu mendeteksi potensi bahaya sebelum berkembang menjadi insiden besar.